Rhesus dan Golongan Darah

PDFPrintE-mail

altApa sih Golongan darah ?

Ketika kita mendengar kata golongan darah pasti dalam fikiran kita akan muncul goldar A, B, AB, O. Pengertian Golongan darah adalah ilmu penggolongan darah berdasarkan ada atau tidak adanya zat antigen warisan pada permukaan membran sel darah merah. Hal ini disebabkan karena adanya perbedaan jenis karbohidrat dan protein pada permukaan membran sel darah merah tersebut. Di dunia ini ada kurang lebih 46 golongan darah atau jenis antigen tetapi yang mayor antigen ABO dan Rh.

Apa itu Rh (Rhesus) ?

Jenis penggolongan darah lain yang cukup dikenal adalah dengan memanfaatkan faktor Rhesus atau faktor Rh. Nama ini dari monyet jenis Rhesus yang diketahui memiliki faktor ini pada tahun1940 oleh Karl Lansteiner. Seseorang yang tidak memiliki faktor Rh di permukaan sel darah merahnya memiliki golongan darah Rh-. Mereka yang memiliki faktor Rh pada permukaan sel darah merahnya disebut memiliki golongan darah Rh+

Pentingnya mengetahui rhesus

mengetahui apa rhesus kita khususnya rhesus negatif menjadi begitu penting karena di dunia ini hanya sedikit orang yang memiliki rhesus negatif. Persentase jumlah pemilik rhesus negatif berbeda-beda antar kelompok ras.

Distribusi Pemilik Rhesus

Pada Ras Kaukasoid (Kulit Putih)

          (seperti warga Eropa, Amerika, dan Australia), jumlah pemilik rhesus negatif sekitar 15 – 18%.

Ras Mangoloid,

persentase pemilik rhesus negatif jauh lebih kecil kurang lebih hanya satu persen penduduk Indonesia, atau sekitar 1,2 juta orang yang memiliki rhesus negatif. Karena persentasenya sangat kecil, jumlah pendonor pun amat langka, sehingga bila memerlukan donor darah agak sulit.

Transfusi rhesus

Pemilik rhesus negatif tidak boleh ditranfusi dengan darah rhesus positif. Ini dikarenakan sistem pertahanan tubuh penerima darah donor akan menganggap darah rhesus yang lain (rhesus positif) dari donor itu sebagai “benda asing” yang perlu dilawan seperti virus atau bakteri. Sebagai bentuk perlawanan, tubuh pasien akan memproduksi anti rhesus.

Saat transfusi pertama, kadar anti rhesus masih belum cukup tinggi sehingga relatif tak menimbulkan masalah serius. Tapi pada tranfusi kedua, akibatnya bisa fatal karena anti rhesus mencapai kadar yang cukup tinggi. Anti rhesus ini akan menyerang dan memecah sel-sel darah merah dari donor, sehingga ginjal harus bekerja keras mengeluarkan sisa pemecahan sel-sel darah merah itu. Kondisi ini bukan hanya menyebabkan tujuan tranfusi darah tak tercapai, tapi malah memperparah kondisi si reseptor sendiri.

"Kenali rhesusmu dari sekarang"

Add comment

Security code
Refresh

INFORMASI STOK DARAH

ANDA PENDONOR ?

JADWAL MU

ARSIP BERITA

SUPPORT ONLINE

  

BERITA VIDEO

Link

 

Contact Information

Jl. Dr. Soebandi No. 293 Jember, Telp. (0331) 484383