SYARAT DONOR DARAH

Print

Last Updated on Wednesday, 15 January 2020 13:36 Written by Eko P Irawan

 

SYARAT DONOR DARAH

Donor Darah adalah salah satu kegiatan kemanusiaan dengan cara menyumbangkan darahnya untuk mereka yang membutuhkan, namun perlu anda ketahui bahwa tidak semua orang dapat melakukan donor darah dikarenakan tahapan-tahapan ataupun syarat-syarat yang harus terpenuhi agar orang tersebut atau kita diperbolehkan untuk menyumbangkan darah kita kepada pasien-pasien yang membutuhkannya. Apa saja syarat-syarat donor darah ? yuk kita ulas tuntas didalam artikel ini.

Syarat yang harus terpenuhi sebelum melakukan Donor Darah :

1.       Usia calon donor antara 17 tahun sampai 60 tahun. Bagi calon donor yang berusia diatas 60 tahun masih boleh mendonorkan darahnya atas persetujuan/pemeriksaan dokter yang sedang bertugas.

2.       Kondisi sehat. Tidak dalam kondisi sakit atau dibawah pengaruh obat/alkohol

3.       Berat badan harus diatas 45 kg

4.       Untuk perempuan tidak sedang menstruasi, hamil, ataupun menyusui

5.       Tidak baru operasi (termasuk operasi gigi), tidak dalam perawatan medis, tidak sedang minum obat-obatan.

6.       Tidak termasuk kategori resiko tinggi AIDS atau virus-virus lain, misal : Hepatitis, dan beberapa parameter penyakit yang tidak dianjurkan untuk Donor Darah.

Mengapa demikian ? Mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan No.91 Tahun 2015 Tentang Standar Pelayanan Transfusi Darah di UTD PMI, dapat dijelaskan :

1.       Usia produktif untuk menjadi Seorang Pendonor Darah yakni pada Rentang Usia 17 hingga 60 Tahun, kenapa pada usia dibawah 17 tahun tidak diperbolehkan donor? Proses regenerasi sel darah yang baik yakni rata-rata dimulai pada usia 17 Tahun dan pada usia diatas 60 tahun pada umumnya Proses regenerasi Sel Darah pada donor sendiri sudah mulai menurun. Sehingga dapat dipastikan kualitas dari Sel-sel Darah Donor masih tetap dapat meregenerasi dengan baik pada tubuh Pendonor sendiri, dan Kualitas Darah yang telah didonorkan dan kita olah menjadi Darah yang berkualitas untuk ditransfusikan kepada Pasien yang membutuhkan.

2.       Donor Darah serupa dengan Donor Organ. Apabila pendonor tidak sedang dalam kondisi sehat ataupun dibawah pengaruh obat-obatan, akan menyebabkan kualitas Darah tidak baik dan tidak layak untuk ditransfusikan kepada Pasien.

3.       TBV (Total Blood Volume), yakni Volume Darah pada tubuh Donor dapat dihitung dari berat badan Pendonor. Apabila berat badan donor tidak mencukupi, dikhawatirkan TBV pada tubuh donor sendiri kurang pasca melakukan Donor Darah.

4.       Perempuan yang sedang menstruasi masih dapat menjadi seorang pendonor jika tidak merasa sakit atau atau memenuhi standar hemoglobin yang dianggap aman saat melakukan donor darah serta dalam kondisi sehat, tidak ada keluhan dan HB di ambang 12,5-17 gr/dl. Namun apabila pendonor menstruasi mengalami pendarahan menstruasi yang berlebihan, makan pendonor menstruasi tidak akan diperbolehkan untuk menjadi seorang Pendonor. Sedangkan ibu hamil memang tidak diperbolehkan untuk melakukan donor darah dikarenakan ibu hamil membutuhkan zat besi dan komponen darah lain yang cukup untuk perkembangan bayinya.

5.       Tubuh Pendonor membentuk sel-sel darahnya sendiri, untuk itu diperlukan kondisi sehat dari pendonor dan tidak sedang masa perawatan pasca Operasi, dalam Perawatan Medis, ataupun sedang minum obat. Membutuhkan penilaian dari kelainan atau penyakit yg mendasarinya, jenis pengobatan akan berdampak terhadap penerima darah

6.       Resiko orang terkait gaya hidup yang menempatkan mereka pada resiko tinggi untuk mendapatkan infeksi berat yang dapat di tularkan melalui darah.